Sahabatku meninggalkanku

hai semua, kali ini aku bakal bagiin sebuah cerpen, ini aku buat sendiri loh XD terinspirasi dari tittt *ceritanya disensor* ini menceritakan tentang 2 orang sahabat, kalian mau tau ceritanya, monggo dibaca aja ya:D

Namaku Ririn, aku baru duduk di kelas 3 smp, aku mempunyai seorang sahabat yang bernama Kasih. Kami sudah dekat dari kecil, karena keluarga kami juga saling kenal, hm bisa dibilang dia sahabat terbaikku, karena kami selalu bareng kemana-mana, itu juga karena rumah kami satu arah. Jadi, berangkat sekolah selalu bareng, disekolah juga kami sekelas, bahkan sebangku, haha. kekantin bareng, kemana-mana barengan deh berdua, kecuali ke tempat tempat tertentu, hehe. Sampai-sampai disekolah, aku dan Kasih sering dibilang lesby sama temen-temen yang lain, padahal sebenernya kami cuma sahabat dekat. Sampai suatu hari, saat hari kelulusan tiba, aku melihat raut muka Kasih yang lesu, sedih gitu. Waktu aku tanyain dia, ternyata dia bilang mau pindah keluar kota karena pekerjaan ayahnya, jadi bisa dibilang aku dan Kasih akan terpisah jauh, saat itu aku bener bener kaget, sedih, campur aduk dehh. Tapi mau gimana lagi, dan akhirnya diapun pindah keluar kota.
Sejak saat itu, waktupun terus berlalu, semakin lama aku semakin jarang berkomunikasi dengannya, dan akhirnya gak ada komunikasi sama sekali, aku ngerasa kesepian meskipun aku sudah mempunyai banyak teman.. Setahun pun berlalu, suatu hari tanggal 28 maret, saat larut malam sekitar jam 11 malam, aku masih ngerjain tugas. Tiba-tiba terdengar ketukan pintu didepan, saat aku buka, aku bener-bener kaget ternyata Kasih yang datang. Aku seneng banget, langsung kupeluk erat dia, aku sempet kaget ngeliat wajahnya pucat banget, langsung aja aku tanyain dia "Kasih kamu kenapa? kok wajahmu pucet banget, kamu sakit ya?" Dia hanya menggeleng dan tersenyum. Kemudian aku persihlakan dia masuk, aku tunda dulu pekerjaanku, aku bertanya banyak hal tentang dia, tapi tidak seperti dulu, kali ini dia lebih terlihat pendiam. Tapi, aku tidak mau mempersalahkannya, mungkin  dia emang lagi capek habis pergi jauh. saat itu dia bilang dia ingin menginap dirumahku karena sudah malam, tentu saja aku mengijinkannya menginap. Keesokan paginya, aku terbangun karena mendengar Kasih membisikkan sesuatu ditelingaku, dia bilang "Selamat tinggal, Rin..." saat kulihat disebelahku sudah tak ada siapa siapa lagi, akupun segera keluar kamar, aku tanyakan kepada orang tuaku, apakah mereka melihat Kasih pergi. tapi mereka malah bilang tidak ada melihat Kasih sama sekali. Akupun saat itu merasa sangat sedih..
2 minggu kemudian aku masih tidak mendapat kabar tentang Kasih, karena aku punya firasat buruk, akupun nekad pergi ke Rumah Kasih. Sesampainya di Rumah Kasih, aku disambut hangat oleh Mamanya. Saat itu aku dipersilahkan masuk dan berbincang-bincang dengan beliau. Akupun membuka percakapan dengan menanyakan keberadaan Kasih. Seketika hening, atmosfer seakan berubah drastis, kulihat raut muka beliau penuh dengan kesedihan. Akupun memberanikan diri untuk bertanya lagi "Tante, sebenernya ada apa sih? apa yang terjadi sama Kasih?!" Saat itu beliau akhirnya mau menjawab "begini nak.. sebenarnya.. Kasih,, Kasih sudah tiada..." Aku sangat kaget mendengarnya, tetapi aku masih tidak menjawab, aku pun bertanya "apa? tante bohong kan?? pliss deh tan, jangan bercanda, 2 minggu lalu loh Kasih dateng kerumahku, bahkan dia menginap dirumahku!!" Beliau pun merasa kaget "apa? kamu jangan bercanda rin, Kasih sudah meninggal sebulan yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan.." Akupun saat itu benar-benar kaget, seakan tak percaya, seketika air mataku mengucur dengan sangat derasnyaa.. "Terus, yang aku lihat 2 minggu lalu itu siapa?" Beliau menjawab "Mungkin itu adalah salam perpisahan untukmu, rin..kalian kan sudah bersahabat dekat sekali.." Aku sangat sedih saat itu, aku tidak menyangka bahwa saat itulah terakhir kalinya aku bisa menemuinya... Benar-benar sedihh..
Mama Kasih pun mengajakku kemakamnya, disana kami berdoa bersama.. aku masih mengenang semua kenangan tentang kita berdua, saat suka duka kita selalu hadapi bersama, tapi kini semua hanya tinggal kenangan.. kenangan yang akan selalu abadi dihatiku, tak akan pernah terlupakan.. sampai jumpa sahabat.. kau akan selalu dihati..

Tamat..
Terimakasih ya udah mau baca kawan:D

Posting Komentar

0 Komentar